ANALISIS PROGRAM KERJA PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI MASALAH LGBT DI KOTA BUKITTINGGI

  • Yosi Aryanti STIT Ahlussunnah Bukittinggi
  • Elvi Rahmi STIT Ahlussunnah Bukittinggi
  • M. Yemmardotillah STIT Ahlussunnah Bukittinggi
Keywords: Program Kerja Pemda, LGBT

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini menjadi sebuah isu dimasyarakat adalah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). LGBT telah menjadi permasalahan yang sangat serius diseluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia khususnya Bukittinggi. Orientasi seksual terkadang merupakan sesuatu yang sulit diterima pada sebagian masyarakat. Padahal sebagai manusia, mereka sama dengan manusia biasa pada umumnya yang butuh berinteraksi dan mengekspresikan gender. Pengendalian sosial dan sikap masyarakat terhadap satu sama lain lebih kepada kepentingan masing-masing sehingga muncul berbagai wujud penerimaan atau penolakan terhadap hadirnya LGBT di Bukittinggi. Pemerintah Daerah Bukittinggi harus mempunyai suatu rencana yang matang guna menyikapi kondisi hadirnya LGBT sebagai bagian dari masyarakat Bukittinggi. Rencana-rencana tersebut disusun secara seksama dalam bentuk program kerja yang akan dipakai sebagai pedoman dalam setiap langkah pelaksanaan tugas pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan strategi Pemerintah Daerah dalam mengatasi Perkembangan LGBT di Kota Bukittinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perkembangan LGBT di Kota Bukittinggi keberadaannya telah terdeteksi lebih kurang dalam dua tahun terakhir. Untuk bisa mendapatkan data perkembangan komunitas LGBT ini, diperoleh melalui data-data yang ada di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi. Hal ini di tandai bahwa dari penderita HIV/AIDS yang ditemui oleh KPA terdapat diantaranya dari komunitas LGBT. 2) Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengatasi Perkembangan LGBT Di Kota Bukittinggi adalah: (a) Intervensi Perubahan prilaku. Agar Intervensi ini bisa tercapai maka FORSIS melakukan intervensi ini dengan sebuah proses yang jelas dengan cara melakukan pendekatan secara emosional untuk bisa memberikan arahan, dengan menggunakan langkah jangka pendek yang dapat dilakukan adalah mendampingi strategi perubahan perilaku melalui pendidikan dan regulasi dengan strategi paksaan atau enforcement. (b) Peningkatan Iman dan Taqwa. Upaya ini dilakukan pemda dengan menjalin kordinasi dengan MUI kota Bukittinggi. Beberapa penyuluhan dan sosialisasi terhadap prilaku menyimpang diharapkan agar seluruh masyarakat mewaspadai untuk berkembangnya komunitas ini. Himbauan dan seruan untuk mewaspadai ini sudah disampaikan juga kepada lembaga pendidikan sekolah dan perguruan tinggi. Peningkatan iman dan taqwa oleh masing-masing keluarga tetap menjadi modal utama dalam upaya penanggulangan LGBT di Bukittinggi. (c) Pendekatan psikologi. Dalam pendekatan ini dilakukan dengan memberikan motivasi yang kuat dari lingkungan keluarga terdekat. Motivasi yang kuat bisa berkembang dengan meningkatkan ketaqwaan, karena taqwa merupakan sumber dari sebuah motivasi. Setiap komunitas diberikan pendampingan untuk kembali menyadari bahwa prilaku LGBT merupakan prilaku yang secara kodrati kemanusiaan telah berlawanan dengan kodratnya masing-masing.

Author Biographies

Yosi Aryanti, STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Dosen Tetap STIT Ahlussunnah Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1

Elvi Rahmi, STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Dosen Tetap STIT Ahlussunnah Bukittinggi, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1

M. Yemmardotillah, STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Dosen Tetap STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Published
2017-03-01